Kunjungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ke Denmark

Pada tanggal 24 April 2016 yang lalu, rombongan dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia berkunjung ke Denmark dalam rangka diundang oleh pemerintah Denmark untuk kerjasama dalam bidang kesehatan. Sebelum itu, mereka diterima oleh Duta Besar Indonesia untuk Denmark di KBRI Denmark sekaligus makan malam dan sosialisasi program BPJS. Pihak KBRI juga mengundang seluruh warga Indonesia yang ada di Denmark dan juga PPI-DK. Rombongan dari Departemen Kesehatan berjumlah sekitar 15 orang yang diketuai oleh Sekretaris Jendral Kementrian Kesehatan, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes.

kbri2

Acara dibuka dengan makan malam lalu dilanjutkan dengan pemaparan oleh Bapak dr. Untung Suseno tentang program BPJS dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Seluruh anggota PPI-DK  yang hadir nampak semangat bertanya dan berdiskusi. Turut hadir juga Direktur Pelayanan BPJS, dr. Maya Rusady yang banyak menjawab pertanyaan seputar BPJS.

Intinya: BPJS adalah wajib bagi seluruh masyarakat Indonesia, baik dipakai maupun tidak.

Hasil diskusi

  1. Sistem pembayaran premi masih menjadi kendala: meski pakai sistem rekening sudah pernah dicoba peserta didaftarkan, tapi rekening peserta tidak ada isinya, jadi tidak bisa ditarik otomatis.
  2. Sistem bagian obat dengan e-katalog masih menjadi masalah. Meski sudah sistem online, namun pemesanan dan kenyataan seringkali bermasalah. Entah masalah ini terletak di sistemnya atau oknumnya.
  3. Perlu upaya yang terintegrasi untuk menangani maslaah kesehatan, namun pemerintah masih belum berani mengambil keputusan karena terkait maslah ekonomi rakyat. Bisuk memberikan usul untuk mengadakan Sin Tax (pajak untuk barang dan makanan yang beresiko menyebabkan penyakit). Ini ide bagus, namun pemerintah masih ingin melindungi industri dan orang-orang yang mendapat pendapatan dari sektor ini.
  4. Kartu Indonesia Sehat (KIS). Hanya mengganti berbagai kartu yang sudah ada dengan KIS. Kalau memang sistemnya sudah terintegrasi, harusnya tidak masalah kartunya.
  5. Program Nusantara Sehat. Program penugasan tenaga kesehatan selama 2 tahun yang tidak bisa diperpanjang, insentif cukup tinggi, dan ditempatkan di daerah-daerah terpencil. Idealnya terdapat 9 jenis tenaga kesehatan di setiap puskesmas, namun merekrut orang tidak mudah. Masyarakat Indonesia sendiri belum sepenuhnya terpanggil untuk berbakti pada negara selama 2 tahun, padahal pengalaman yang didapat dengan bekerja ke daerah terpencil lebih mahal nilainya dibanding dengan jalan-jalan ke luar negeri.

Acara diakhiri sekitar pukul 10 malam dengan foto bersama.

Foto bersama PPI bersama delegasi Kementerian Kesehatan
Foto bersama PPI bersama delegasi Kementerian Kesehatan

 

ditulis oleh :

Dwi Larasatie Nur Fibri

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*